Teater Kata

Menjalin persatuan dan kesatuan

Nobar Teater Koma 2012

pada 1 April 2012

Assalamu’alaikum…

(iwan/gur)

Dilihat dari judulnya aja udah bikin mupeng… Gimana nggak coba? Teater Koma woy, Teater Komaaa… Siapa yang nggak tau Teater Koma coba? Teater Komaaa... Ayo saya tanya siapa yang gak tau? Salah satu teater yang sangat fenomenal di Indonesia, yang kalo nonton live nya bikin mau lagi. Ayo siapa yang gak tau? Ehehe…

Alhamdulillah Kakasya sekeluarga kemarin telah berangkat menonton Teater Koma di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Sempat ada kegalauan ketika hendak berangkat, tapi alhamdulillah bisa berangkat juga walaupun beberapa orang tidak jadi berangkat.  Sie Jin Kwie Di Negeri Sihir… “Syumpah a… gak nggoroi… mbuois puoll”. Kata salah satu anggota Kakasya yaitu aku sendiri.

Memang tidak diragukan lagi kualitas Teater Koma, bagi para penikmat atau pelaku dunia teater pasti akan takjub melihat pementasan tadi malam, apa lagi yang baru pertama kali nonton teater, bokong ini nyaman sekali duduk dikursi tribun dan mata ini tak dapat berkedip saking piawainya para aktor memainkan perannya dipadu dengan setting yang peuh… mantaaab.

Sie Jin Kwie di Negeri Sihir menjadi penutup dari trilogi Sie Jin Kwi yang disadur oleh Nano Riantiarno dari roman karya Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung. Lha Sie Jin Kwie di Negeri Sihir inilah yang kemarin kita tonton. Teater Koma sebelumnya juga membawakan “Sie Jin Kwie” (2010) dan “Sie Jin Kwie Kena Fitnah” (2011).

Penutup trilogi yang sangat megah. “Awalnya saya membuat cerita ini dengan durasi 8 jam, kemudian saya pangkas jadi 4,5 jam saja,” ungkap sang sutradara, Nano Riantiarno. Untuk mempersingkat durasi, Nano menggunakan metode wayang dalam mengisahkan bagian cerita. Nano menjadikan sandiwara ini sebagai ladang percampuran antara wayang Tavip, wayang kulit Cina-Jawa, wayang gendong, wayang potehi, wayang beber, wayang wong, serta opera Cina. Mbuooiss pokoknya…

“Sie Jin Kwie di Negeri Sihir” dipentaskan selama sebulan penuh, 1-31 Maret 2012 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Untuk menyaksikan pertunjukan ini, harga tiketnya Rp.50.000 – Rp.150.000 (Minggu, Senin – Kamis) dan Rp.75.000 – Rp.200.000 (Jumat – Sabtu).

Ketika pertunjukkan dimulai, rasanya jiwa ini benar-benar melayang kesuatu negeri di era China klasik. Artistik, musik, dan segala set nya sangat detail. Mereka sampai mendatangi singapura untuk mencari properti-propeti yang mendukung pertunjukkan lho. Begitu pula dengan barisan kostum rancangan Rima Ananda yang mengawinkan ornamen oriental dengan bentangan kain batik nusantara.

Waahh… Patut diacungin jempol deh buat Teater Koma, kalo saya punya jempol sepuluh pasti tak acungkan semuanya, sayangnya jempol saya cuma lima. Hehe… Sudah pertunjukkannya buwawawagus, masih dipuaskan lagi dengan foto-foto bareng mereka.

Nonton bareng Teater Koma ini InsyaAllah akan diadakan tiap tahun, jadi tahun depan InsyaAllah Kakasya akan berangkat lagi menonton Teater Koma, cuman bedanya kalau tahun ini yang pemuda pemudi tidak dipungut biaya, tahun depan biaya ditanggung penumpang, hehe… Ayo monggo ramaikan acara ini dengan permulaan kecil, menabuuuuung.

_____________________________________________________________________________

(wahy/reg)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: